Direktur Jenderal Badan Peradilan Militer dan Peradilan Tata Usaha Negara (Ditjen Badilmiltun) memberikan arahan dan pembinaan pada Kamis, 8 Oktober 2026. Pembinaan terkait Peningkatan Kualitas Kinerja Satuan Kerja di lingkungan Peradilan Militer dan Peradilan Tata Usaha Negara.
Beberapa poin utama yang disampaikan dalam pembinaan ini meliputi:
- Pembangunan Budaya Integritas: Menjadikan kejujuran, transparansi, serta keselarasan antara ucapan dan perbuatan sebagai kebiasaan dan norma kolektif seluruh aparatur. Hal ini dibangun melalui keteladanan pimpinan, penegakan aturan yang tegas, serta komunikasi terbuka.
- Pelayanan Publik sebagai Pengabdiran: Pelayanan kepada masyarakat merupakan wujud nyata kehadiran negara. Aparatur dituntut untuk melayani secara tulus, profesional, akuntabel, serta menolak segala bentuk praktik tercela.
- Penguatan Zona Integritas (WBK & WBBM): Zona Integritas bukan sekadar predikat dokumen, melainkan komitmen bersama. Jika Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) berfokus pada pembenahan internal dan akuntabilitas organisasi, maka Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) memperluas dampaknya hingga memberikan manfaat dan pelayanan prima yang dirasakan langsung oleh publik.
- Perkembangan Satker & Pedoman Kerja: Mengapresiasi penyerahan E-Book Pedoman Kerja dari PTTUN Banjarmasin sebagai pemantik bagi seluruh Satker Dilmil dan Peratun untuk melengkapi SOP dan pedoman kerjanya.
- Agenda Mendatang: Persiapan peresmian Gedung Baru di Empat Lingkungan Badan Peradilan yang dipusatkan di PTTUN Mataram, sekaligus peresmian operasional PTUN Sofifi pada 30 November 2026 mendatang.
Mari bersama-sama kita wujudkan badan peradilan yang agung, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan publik!





