Jakarta (ANTARA News) - Komisi Yudisial (KY) mengumumkan sebanyak 86 orang calon hakim agung dinyatakan lolos administrasi.

"Setelah kami teliti dari berkas-berkas yang masuk, yang memenuhi syarat formal administrasi ada 86 orang," kata Komisioner KY Bidang Rekruitment Hakim, Taufiqurohman Syahuri, di Jakarta, Rabu.

Pada seleksi calon hakim agung, menurut dia, KY menerima pendaftar sebanyak 111 orang, terdiri dari 73 orang melalui jalur karir, 37 orang melalui jalur non karir.

Sebanyak 30 orang yang mendaftar melalui jalur non karir berasal dari profesi dosen, pengacara, jaksa, notaris, polisi, dan hakim negeri.

"Dari 37 pendaftar dari jalur non karir ini ada delapan orang dari latar belakang hakim yang mendaftar melalui jalur non karir," katanya.

Dari delapan hakim pengadilan negeri ini, sebanyak enam orang mundur dan dua orang hakim lanjut, katanya.

Dua orang tersebut, yakni Dr. Eddy Parulian Siregar, SH, MH, Hakim dari Pengadilan Negeri Sidoajo, dan Dr. Binsar M. Gultom, SH, SE, MH, Hakim dari Pengadilan Negeri Bengkulu.

Pengunduran diri enam hakim ini terkait surat edaran Mahkamah Agung yang menyatakan bahwa hakin pengadilan negeri yang mendaftar melalui jalur non karir harus mengundurkan diri.

Taufiqqurahman mengakui bahwa pada ini pihaknya memberikan kesempatan kepada hakim mengikuti seleksi calon hakim agung melalui jalur non karir asal memenuhi syarat non karir.

Selanjutnya, ke-86 calon hakim agung tersebut berhak mengikuti seleksi tahap II yang akan dilaksanakan pada 15-16 Februari 2012.

Taufiq menghimbau agar peserta seleksi mengabaikan pihak-pihak yang menjanjikan dapat membantu keberhasilan kelulusan dalam seleksi calon hakim agung ini.

"Diimbau para peserta tidak perlu menanggapi telpon-telpon gelap yang mengatasnamakan anggota," katanya.

Selain itu, Komisi Yudisial juga menghimbau kepada media dan masyarakat untuk memberikan informasi atau pendapat mengenai integritas, kapasitas, perilaku, dan karakter calon hakim agung tersebut. Selain itu Komisi Yudisial sendiri akan melakukan investigasi untuk mengetahui rekam jejak para calon hakim agung.

Pendapat tertulis dapat diterima Tim Seleksi pada tanggal 24 Februari 2012 pukul 17.00 WIB ke alamat Komisi Yudisial Republik Indonesia (Tim Seleksi CHA) Jalan Kramat Raya No 57 Jakarta Pusat 10450, atau fax (021) 31903661, tutur Taufiq.